Sejarah Pembuatan Marka Jalan
Garis marka jalan yang kita lihat hari ini bukan sekadar hiasan, melainkan hasil dari inovasi demi keselamatan yang muncul seiring dengan populernya kendaraan bermotor di awal abad ke-20.
Berikut adalah sejarah dan asal mula terciptanya garis jalan:
1. Sosok Pelopor: Edward N. Hines (1911)
Garis jalan pertama di dunia diyakini muncul di Michigan, Amerika Serikat. Edward N. Hines, seorang anggota komisi jalan raya di Wayne County, mendapatkan ide ini setelah melihat sebuah truk susu yang bocor dan meninggalkan tetesan putih di sepanjang jalan.
Ia menyadari bahwa garis tersebut bisa membantu pengemudi tetap berada di sisi jalan yang benar. Pada tahun 1911, ia memerintahkan pengecatan garis putih di tengah jalan beton pertama di Wayne County.
2. Inovasi dari Dr. June McCarroll (1917)
Di tempat lain, seorang dokter wanita bernama June McCarroll merasa frustrasi karena sering hampir bertabrakan saat berkendara menuju pasiennya. Pada tahun 1917, ia mengecat sendiri garis putih di tengah jalan di Indio, California, setelah permintaannya kepada otoritas setempat ditolak.
Ia kemudian melakukan kampanye besar-besaran hingga akhirnya negara bagian California mewajibkan marka jalan secara resmi pada tahun 1924.
Perkembangan Standar Warna
Pada awalnya, tidak ada aturan mengenai warna garis. Namun, seiring waktu, standar internasional mulai terbentuk untuk membedakan fungsi:
Garis Putih: Awalnya digunakan untuk segala jenis pembatas. Sekarang umumnya digunakan untuk membagi lajur yang searah atau menandai tepi jalan.
Garis Kuning: Mulai populer di Amerika Serikat pada tahun 1970-an untuk membedakan arus lalu lintas yang berlawanan arah agar lebih kontras dan mudah terlihat, terutama saat cuaca buruk.
Material yang Terus Berevolusi
Dahulu, garis jalan hanya menggunakan cat biasa yang cepat pudar. Sekarang, teknologi marka jalan menggunakan:
Thermoplastic: Cat yang dipanaskan dan mengandung butiran kaca kecil (glass beads).
Reflektivitas: Butiran kaca tersebut berfungsi memantulkan cahaya lampu depan mobil kembali ke mata pengemudi (efek retroreflective), sehingga garis tetap terlihat jelas di malam hari.
Makna Garis yang Kita Gunakan Sekarang
| Jenis Garis | Makna/Fungsi |
| Garis Putih Putus-putus | Boleh berpindah lajur atau menyalip jika aman. |
| Garis Putih Utuh (Tanpa Putus) | Dilarang berpindah lajur atau menyalip; biasanya di tikungan atau jembatan. |
| Garis Kuning di Tengah | Menandakan pembatas dua arah (di beberapa negara) atau tanda dilarang berhenti/parkir (di Indonesia). |
Fakta Menarik: Sebelum ada garis jalan, pengemudi hanya mengandalkan "insting" dan klakson untuk menghindari tabrakan saat berpapasan di jalan sempit.
