Mengenal Lebih Dekat Si Penghuni Arus (Ikan Menga)
| Foto: Pustaka Ikan Native Jawabarat (Facebook) |
Ikan Menga (atau sering disebut ikan Mangali di beberapa daerah) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mungkin belum sepopuler ikan nila atau lele secara nasional, namun memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang penting, khususnya di wilayah Sulawesi.
Berikut adalah profil singkat untuk mengenal si "penghuni arus" ini:
1. Karakteristik Fisik
Ikan Menga termasuk dalam keluarga Cyprinidae (kerabat ikan mas dan nilem). Ciri khas utamanya adalah:
Tubuh: Berbentuk ramping dan memanjang (aerodinamis), cocok untuk berenang di arus deras.
Warna: Umumnya berwarna perak keabu-abuan dengan sisik yang cenderung keras.
Mulut: Terletak di bagian bawah (inferior), yang menunjukkan kebiasaannya mencari makan di dasar sungai atau bebatuan.
2. Habitat dan Perilaku
Ikan ini adalah spesialis air mengalir. Anda biasanya akan menemukannya di:
Sungai Berbatu: Mereka sangat menyukai sungai dengan dasar berbatu dan air yang jernih dengan kandungan oksigen tinggi.
Arus Deras: Berbeda dengan ikan rawa, Menga sangat aktif di jeram-jeram kecil.
Pakan: Mereka adalah pemakan segala (omnivora), mulai dari lumut yang menempel di batu hingga serangga air kecil.
3. Nilai Konsumsi dan Budidaya
Bagi masyarakat lokal, ikan Menga adalah primadona meja makan karena:
Tekstur Daging: Dagingnya dikenal padat dan gurih, terutama jika ditangkap langsung dari alam.
Tantangan Budidaya: Karena habitat aslinya membutuhkan oksigen tinggi, budidaya ikan Menga cukup menantang. Diperlukan sistem air mengalir (seperti kolam deras) agar ikan ini bisa tumbuh optimal.
4. Status Ekologi
Saat ini, keberadaan ikan Menga mulai terancam di beberapa wilayah akibat:
Pencemaran Sungai: Limbah yang mengurangi kadar oksigen air.
Overfishing: Penangkapan berlebih tanpa memperhatikan siklus reproduksi.
Kerusakan Habitat: Penambangan pasir atau batu di sungai yang merusak tempat mereka mencari makan.
